Menapaki Gerbang Baru: Tiga Hari Menumbuhkan Karakter, Wawasan, dan Semangat Belajar di SMA Negeri 1 Sumber
Sumber, Kabupaten Cirebon Riuh percakapan dan senyum penuh rasa penasaran memenuhi Indoor SMA Negeri 1 Sumber pada Rabu pagi, 15 Juli 2026. Sekitar 552 peserta didik baru, yang untuk terakhir kalinya masih mengenakan seragam SMP asal masing-masing, berkumpul dalam satu ruangan dengan membawa harapan sekaligus rasa gugup menyambut babak baru kehidupan mereka sebagai pelajar sekolah menengah atas.
Pagi itu bukan sekadar hari pertama masuk sekolah. Lebih dari itu, menjadi awal perjalanan mereka mengenal lingkungan baru, membangun karakter, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan pembelajaran di era yang terus berkembang. Selama tiga hari pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), SMA Negeri 1 Sumber menghadirkan rangkaian kegiatan yang selaras dengan semangat MPLS Ramah yaitu menciptakan pengalaman belajar yang aman, bermakna, menyenangkan, serta berorientasi pada penguatan karakter peserta didik. (Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI)
Menjadi Bagian dari Keluarga Besar SMAN 1 Sumber
Kegiatan diawali dengan Salam Sapa Murid Baru, dipandu oleh panitia OSIS bersama dewan guru bidang karakter. Suasana hangat dan penuh antusias menjadi kesan pertama yang diterima para peserta didik baru. Sambutan tersebut menjadi jembatan awal untuk menghilangkan kecanggungan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah yang akan menjadi tempat mereka belajar selama tiga tahun ke depan.
Setelah itu, seluruh peserta menuju lapangan utama sekolah untuk mengikuti Upacara Pembukaan MPLS. Upacara dipimpin oleh perwakilan Kepala UPTD Perikanan Air Payau dan Laut Wilayah Selatan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Cirebon. Melalui upacara tersebut, semangat kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap tanah air ditanamkan sejak langkah pertama peserta didik memasuki dunia SMA.
Rangkaian kegiatan berlanjut dengan pengenalan Kepala Sekolah, dewan guru, serta tenaga kependidikan. Bagi peserta didik baru, momen ini bukan sekadar mengenal nama dan jabatan para pendidik, tetapi juga mengenal orang-orang yang akan mendampingi proses belajar, membimbing, serta menjadi tempat bertanya dan berkembang selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Sumber.
Mengenal Karakter Sebelum Mengenal Pelajaran
Hari pertama MPLS kemudian diarahkan pada pembentukan karakter melalui materi Pancawaluya dan Kontrak Belajar MPLS yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Dadan Hamdan Mubarok, S.Pd.I., Gr.
Nilai-nilai Pancawaluya menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi peserta didik yang sehat, cerdas, berkarakter, tangguh, dan siap hidup berdampingan dengan lingkungan sosialnya. Bersamaan dengan itu, kontrak belajar MPLS menjadi komitmen bersama antara panitia, guru, dan peserta didik agar seluruh kegiatan berlangsung secara tertib, saling menghormati, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Semangat tersebut sejalan dengan tujuan penyelenggaraan MPLS Ramah yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran melalui pengalaman yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. (Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI)
Memahami Cara Belajar Masa Kini
Memasuki sesi berikutnya, peserta didik diperkenalkan pada wajah baru dunia pendidikan melalui materi Deep Learning, Delapan Dimensi Kompetensi Lulusan, dan pengenalan kurikulum yang disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Nur Fitri Mardhotillah, M.Pd.
Materi ini memberikan gambaran bahwa pembelajaran di SMA tidak lagi berfokus pada hafalan semata. Peserta didik didorong untuk memahami konsep secara mendalam, berpikir kritis, mampu bekerja sama, berkomunikasi dengan baik, kreatif, mandiri, serta memiliki karakter yang kuat. Delapan dimensi kompetensi lulusan menjadi arah pengembangan peserta didik agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. (Cerdas Berkarakter Kemendikdasmen RI)
Setelah mengikuti rangkaian materi yang cukup padat sejak pagi, suasana di Indoor SMA Negeri 1 Sumber perlahan berubah menjadi lebih hangat dan penuh gelak tawa. Panitia OSIS mengajak seluruh peserta didik baru mengikuti sesi ice breaking melalui permainan pesan berantai menggunakan gerakan tubuh. Dalam permainan tersebut, setiap kelompok menerima satu kalimat sederhana, seperti "Saya sedang makan," yang kemudian harus disampaikan kepada teman berikutnya tanpa suara, melainkan hanya melalui rangkaian gerakan dan ekspresi. Tantangan menerjemahkan pesan tanpa kata-kata itu menghadirkan berbagai interpretasi yang mengundang tawa ketika kalimat terakhir sering kali berbeda dari pesan awal. Di balik keseruannya, permainan ini melatih kemampuan berkomunikasi nonverbal, kerja sama antarpeserta, serta membangun
Mengenal Sekolah, Mengenal Lingkungan
Memasuki sesi siang, perhatian peserta didik baru kembali diarahkan pada pemahaman mengenai Wawasan Wiyata Mandala yang disampaikan oleh Dedi Herdiawan, S.Pd. Melalui materi ini, peserta diajak mengenal makna sekolah bukan hanya sebagai tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, melainkan sebagai sebuah lingkungan pendidikan yang memiliki budaya, nilai, serta aturan yang harus dihormati dan dijaga bersama. Suasana penyampaian materi berlangsung interaktif ketika peserta mulai memahami bahwa setiap warga sekolah, baik peserta didik, guru, maupun tenaga kependidikan yang mana memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, nyaman, dan kondusif. Dengan demikian, Wawasan Wiyata Mandala tidak hanya menjadi pengetahuan yang dipahami selama MPLS, tetapi juga menjadi pijakan awal untuk menumbuhkan rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap SMA Negeri 1 Sumber sebagai rumah kedua selama menempuh pendidikan.
Memasuki sesi berikutnya, peserta didik baru diajak menapaki proses yang lebih dekat dengan kehidupan mereka sebagai warga SMA Negeri 1 Sumber melalui materi "Aku dan Sekolahku, Aku dan Sekitarku" yang disampaikan oleh Edi Junaedi, S.Kom., Gr. Tidak sekadar memperkenalkan denah sekolah, materi ini mengajak peserta mengenali setiap sudut lingkungan belajar yang kelak akan menjadi bagian dari keseharian mereka. Mulai dari ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, masjid, lapangan olahraga, aula indoor, hingga berbagai fasilitas penunjang lainnya diperkenalkan sebagai ruang tumbuh yang mendukung proses belajar, berorganisasi, dan mengembangkan potensi diri. Peserta juga diajak memahami lingkungan di sekitar sekolah sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang perlu dihormati, dijaga kebersihannya, serta dimanfaatkan secara bijaksana.
Di balik pengenalan fasilitas tersebut, tersimpan pesan yang lebih mendalam. Sekolah bukan hanya sekadar bangunan tempat berlangsungnya pembelajaran, melainkan rumah kedua yang akan menemani perjalanan peserta didik selama tiga tahun ke depan. Melalui materi ini, peserta didorong untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah, membangun kepedulian terhadap lingkungan, serta memahami bahwa keberhasilan belajar tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, dan sikap saling menghargai antarwarga sekolah. Pendekatan tersebut sejalan dengan panduan MPLS Ramah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang menempatkan pengenalan lingkungan sekolah sebagai upaya membantu murid baru beradaptasi dengan warga sekolah, mengenal sarana dan prasarana, serta memahami lingkungan sekitar agar proses belajar berlangsung aman, nyaman, dan bermakna sejak hari pertama. (JDIH Kemendikdasmen)
Menjelang berakhirnya rangkaian kegiatan hari pertama, panitia OSIS kembali mengambil peran untuk memberikan pengarahan mengenai agenda MPLS yang akan dilaksanakan keesokan harinya. Dengan penuh antusias, para peserta didik baru menerima berbagai informasi mengenai perlengkapan yang perlu dipersiapkan, tata tertib yang harus dipatuhi, serta rangkaian kegiatan yang akan mereka ikuti pada hari kedua. Suasana yang semula dipenuhi keseriusan perlahan berubah menjadi lebih santai ketika para peserta mulai saling berdiskusi dan memastikan tidak ada informasi yang terlewat. Tepat ketika kegiatan ditutup, mereka meninggalkan ruangan dengan membawa pengalaman baru sekaligus rasa penasaran terhadap berbagai aktivitas yang telah menanti di hari berikutnya.
Oleh : Muhamad Hasnan Jamallulail, M.Pd., Gr.
